Kisah Guru Magang di Daerah Terpencil Indonesia

dalam Pendidikan

Kisah Inspiratif Guru Magang di Daerah Pedalaman IndonesiaKisah Guru Magang di Daerah Terpencil Indonesia – Jumlah guru di Indonesia diklaim melimpah, bahkan disebut rasio nasional kita berkisar 1 guru berbanding dengan 17 murid. Namun, penyebaran guru masih tidak merata, apalagi kualitas sebagian dari mereka masih di bawah standar. Inilah salah satu biang masalah yang menghambat kemajuan pendidikan di negeri ini.

Namanya Marthen Windi R (28). Sejak 2012, pemuda ini diajak menjadi guru magang di Sekolah Dasar Padengi Iwi, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Ini sekolah yang baru dibuka bagi anak-anak di daerah terpencil.

Setelah sekolah menengah program pertanian, sebenarnya Marthen merantau ke Kalimantan untuk bekerja di perkebunan. Namun, dia kemudian balik ke kampung halamannya dan kemudian diajak menjadi guru. Kebetulan, dia juga sedang kuliah tahun pertama program studi Pendidikan Guru SD di Universitas Terbuka di Kota Waingapu.

SD Padengi Iwi, tempat pemuda tersebut mengajar, hanya punya satu guru PNS. Itu pun dia harus merangkap sebagai pelaksana tugas kepala sekolah. Namanya Martinus Umbu Tali.

Tanpa bekal ilmu menjadi guru dan tanpa pengalaman, Marthen tentu saja kalang kabut saat harus berdiri di depan para siswa. Apalagi, dia secara bergantian harus mengajar siswa kelas I, II, dan III di satu ruangan berdinding bambu, berukuran 8 meter x 4 meter. Tahun 2015 ini, sekolah baru mendapat bantuan untuk membangun ruang kelas.

“Dengan kebingungan, saya datang ke sekolah. Yang penting ada guru. Saat saya bicara di depan kelas, ada anak yang naik di atas meja. Saya tidak bisa mengendalikan ruang kelas. Sempat putus asa,” katanya pada akhir tahun 2014.

Namun, Marthen yang digaji Rp 750.000 per tiga bulan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu memilih bertahan. Anak-anak kecil tersebut harus bersekolah di kampungnya meskipun wujud bangunan sekolah itu ala kadarnya. Para orangtua tak rela jika anak-anak harus menembus hutan dengan jarak sekitar 7 kilometer demi bersekolah di SD yang lebih
baik.

Kesabaran pemuda tersebut berbuah manis. Anak-anak mulai merindukan sosok guru untuk mengajari mereka. Justru kini guru magang itu yang kebingungan. Soalnya para siswa di SD tersebut lebih fasih berbahasa daerah dibandingkan dengan bahasa Indonesia.

Kesulitan Marthen teratasi ketika akhirnya tahun 2014 dia diajak ikut latihan kepemimpinan transformasional guru. Dia bertemu dengan pelatih dan guru-guru lain yang memperkenalkannya pada cara mengajar kreatif di tengah keterbatasan sarana dan prasarana sekolah.

Kisah lain datang dari SDN Bidi Praing, Kecamatan Kambera, masih di Nusa Tenggara Timur. Sekolah ini sangat terbantu dengan kehadiran guru magang. Guru magang yang mengabdi dengan baik bisa diajukan menjadi guru honor dengan gaji dari komite sekolah atau tambahan gaji dari dinas pendidikan setempat.

“Saya delapan tahun menjadi guru honorer. Setelah lulus kuliah Universitas Terbuka, baru diangkat menjadi guru honorer tetap. Saya tidak masalah jadi guru honorer karena di pemerintah di sini biasanya ada pengangkatan untuk jadi guru PNS nantinya,” kata Herlince Rambu Hamu (25), guru honorer di SDN Bidi Praing.

Pemudi itu digaji Rp 250.000 per bulan dari dana BOS yang dibayarkan per tiga bulan. Padahal, untuk menuju sekolah saja dia menghabiskan Rp 20.000 per hari untuk biaya ojek karena tidak ada angkutan umum. “Saya mengajar untuk kumpul pengalaman dulu,” kata Herlince. Dia punya nomor unik pendidik tenaga kependidikan (NUPTK) sehingga dapat tambahan Rp 350.000 per bulan dari pemerintah daerah.

Silahkan klik next page sob untuk membaca kelanjutan artikel ini di halaman 2 :)

Tags: #Daerah Terpencil #Guru Magang #Kisah Inspiratif

Apakah Perlu KKN Dihapus?
Apakah Perlu KKN Dihapus?
Apakah Perlu KKN Dihapus? – Pada hakekatnya Tri
Siswa Peraih Nilai UN Terbaik Tahun 2015
Siswa Peraih Nilai UN Terbaik Tahun 2015
Siswa Peraih Nilai UN Terbaik Tahun 2015
Masalah Serius! Fenomena Anti Sosial Dalam Bermasyarakat
Masalah Serius! Fenomena Anti Sosial Dalam Bermasyarakat
Masalah Serius! Fenomena Anti Sosial Dalam Bermasyarakat
Sekolah Ini Tak Bisa Ikut Ujian Nasional, Ini Penyebabnya
Sekolah Ini Tak Bisa Ikut Ujian Nasional, Ini Penyebabnya
Sekolah Ini Tak Bisa Ikut Ujian Nasional,
Dorong Mahasiswa Cerdas Berwirausaha
Dorong Mahasiswa Cerdas Berwirausaha
Dorong Mahasiswa Cerdas Berwirausaha – Masih tingginya
Alhamdulillah, Hari Ini Dana Sertifikasi Guru Cair
Alhamdulillah, Hari Ini Dana Sertifikasi Guru Cair
Alhamdulillah, Hari Ini Dana Sertifikasi Guru Cair
  1. Moratorium CPNS 2015 Pendaftaran Hanya Guru dan Kesehatan | Taqorrub.com3 tahun yang lalu

    […] halnya guru dan kesehatan dimana pada saat pendaftaran CPNS dibuka untuk dua instansi ini akan menyerap banyak […]

    Balasan
  2. Istilah Honorer, PTT dan GTT Tidak Akan Ada Lagi | Taqorrub.com3 tahun yang lalu

    […] Honorer, PTT dan GTT Tidak Akan Ada Lagi – Istilah honorer, pegawai tidak tetap (PTT), dan guru tidak tetap (GTT) tidak akan ada lagi bila Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pegawai Pemerintah dengan […]

    Balasan
  3. UU ASN, Nasib Guru Honorer Diujung Tanduk | Taqorrub.com3 tahun yang lalu

    […] (ASN) yang akan memberlakukan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Membuat nasib para guru honorer di Kota Bekasi seperti diujung tanduk. Karena salah satu isi peraturan itu akan menghapuskan guru […]

    Balasan
  4. Honor Guru Bantu Belum Dibayar, Uang Transport Disunat | Taqorrub.com3 tahun yang lalu

    […] guru bantu di Kabupaten Siak, Riau, mengeluh. Pasalnya, honor untuk 312 guru bantu yang dijanjikan oleh Dinas Pendidikan Siak dibayarkan pada Rabu (15/4), ternyata sampai saat ini […]

    Balasan

Beri komentar "Kisah Guru Magang di Daerah Terpencil Indonesia"


Top